Kolam Renang Citiis Galunggung Tasikmalaya Untuk mengisi liburan di akhir pekan, kolam air hangat di Desa Citiis, Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya bisa menjadi alternatif. Dengan Pemandangan yang asri dan hijau membuat kolam ini memiliki daya tarik tersendiri.

Kolam yang sudah dibangun sejak 7 tahun yang lalu, namun karena tidak ada komunikasi dengan warga akhirnya terbengkalai. Sang pemiliki kolam yang bernama Endang lah yang mengurus kolam air hangatnya, terkadang juga istri dan anaknya ikut membantu sang suami mengurus kolam.

 

Endang sendiri bukan asli orang Citiis melainkan orang Padayungan Kota Tasikmalaya, namun tanah yang ada di Citiis ini merupakan tanah milik istri Pak endang seluas 2 Hektar. “Kedepannya tempat ini akan dijadikan padepokan seni dan kolamnya akan dipindahkan” lanjutnya. Memang Kolam air panas yang dibuka setelah Idul Fitri 2015 ini hanya dibuka untuk sementara saja karena yang mengurus kolam ini pun hanya keluarga, dan mendirikan padepokan seni merupakan cita-cita dari Endang.

Kolam Renang Citiis Galunggung Tasikmalaya

Tapi sekarang Kolam renang Citiis Galunggung Tasikmalaya perlahan mulai dikenal petualang wisata alam, Kolam berukuran kurang lebih 10×5 meter di area seluas 2 hektare itu menjadi daya tarik tersendiri karena dikelilingi perbukitan hijau nan asri. Tak heran, banyak wisatawan datang ke Pemandian Citiis, tak hanya sekadar untuk berendam di kolam air hangat. Swafoto dengan pose berendam dalam kolam dengan latar perbukitan juga menjadi ritus wajib, saat berkunjung di tempat wisata yang berjarak kurang lebih 20 kilometer dari pusat kota tersebut.

Bukan perkara yang sulit untuk mencapai Pemandian kolam renang citiis galunggung tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, pengunjung dapat mengambil rute menuju objek wisata Galunggung melalui Jalan Tasikmalaya- Singaparna. Dari pertigaan Cipasung, pengunjung dapat berbelok ke arah ke Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 kilometer, berbelok lah ke jalan desa di samping Masjid Besar Al Irsyad. Sebelum mencapai ke Citiis, pengunjung akan menyusuri jalan perkampungan mulus kurang lebih 5 kilometer. Setelah itu, berhati-hatilah karena jalan rusak dan curam sudah menanti, temukan di google maps

Setelah melewati jalan rusak tersebut, barulah pengunjung dapat menemukan gerbang wisata Pemandian Air Panas Citiis. Di gerbang tersebut, pengunjung akan dipungut biaya retribusi oleh pengelola dengan tarif Rp 8000 per motor dan Rp 2000 per orang. Dalam bukti retribusi disebutkan, tarif yang ditetapkan sudah berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 1. Tahun 2015 tentang upah pungut hasil usaha milik desa.

Setelah mendapatkan karcis, pengunjung dengan pengendara roda dua dapat langsung menuju lokasi pemandian air panas. Sementara pengunjung roda empat harus memarkirkan mobil di area sekitar gerbang, karena jalan menuju Pemandian Air Panas Citiis hanya mampu dilewati oleh pengendara roda dua. Jarak antara gerbang menuju lokasi pemandian kurang lebih 200 meter dengan jalan yang sempit dan sedikit curam.

7 Wisata Hits di Tasikmalaya

Di pemandian tersebut, selain berendam pengunjung juga dapat menyeruput kopi dan makanan kecil yang dijajakan beberapa pedagang di sana. Selain itu, pengunjung dapat pula berkemah di area Citiis.

Kepala Desa Padakembang Aang mengatakan, pemandian air panas tersebut mulai dikelola desa setahun belakangan. Namun, pengelolaan tidak bisa dilakukan sepenuhnya karena terkendala lahan.

“Itu lahannya milik pribadi. Jadi kita bekerja sama dengan yang punya lahan. 10 persen hasil retribusi untuk kas desa, 25 persen untuk yang punya lahan, dan sisanya untuk pengelola dari Kampung Kedung,” ucap Aang kepada “PR”, Senin, 26 Desember 2016.

Aang meyakini Pemandian Citiis akan menjadi potensi pemasukan bagi desa dan juga pemberdayaan masyarakat di Desa Padakembang. Itu sebabnya Desa Padakembang sempat mengajukan permohonan bantuan kepada Kementerian Pariwisata agar lahan di Citiis dapat dibeli oleh pemerintah pusat.

“Potensi ada, tetapi pengelolaan belum maksimal karena bukan lahan desa. Di sana juga ada Curug Citiis dan petilasan tokoh Tasikmalaya, jika dikembangkan tentu akan memperbaiki perekonomian masyarakat di Kampung Kedung,” ucap Aang.

Salah seorang pengunjung asal Bogor Jaenal Abidin (27) saat dijumpai di Pemandian Citiis mengaku mengetahui tempat wisata baru ini dari media sosial. Berbekal rasa penasaran, Jaenal memutuskan untuk bertolak ke Citiis bersama teman-temannya.

“Kalau di lihat di Instagram memang indah, dan ternyata betul indah. Sayangnya kolam air hangatnya seperti jarang dikuras sehingga licin. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih dikelola dengan baik,” ucap Jaenal.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here